DId I felt broken heart now ?? Senin, Des 29 2008 

Kalau saja, aku dilahirkan menjadi seorang pemberani, lantang dan tegas. Mungkin aku tidak akan kehilangan seseorang itu. Seseorang yang aku kagumi di antara banyak wanita pada saat acara itu. Kini aku harus kehilangannya, seorang wanita yang aku kagumi itu. Patah hati, mungkin kata yang pas untuk menggambarkan hal ini. Ahh..tp aku sudah cukup sering mengalami patah hati, yang sebagian besar diantaranya terjadi karena ketidakberanianku. Berandai-andai jika waktu dapat terulang kembali dan kesempatan itu kembali untuk kedua kalinya. Entah saat ini apa yang harus ku lakukan, yang terasa sekarang adalah perasaan menyesal yang terdalam, bertanya dalam hati “kenapa aku terus terjebak dalam situasi ini??”..

Di saat aku ingin memunculkan kembali keberanian itu dengan segala konsekuensinya, ahh..terlalu sentimental ku rasa. Apa yang harus ku lakukan dengan perasaan ini, membunuhnya kah dan harus mengalami trauma berkepanjangan?.Terjebak lagi dalam situasi paranoid yang berlebihan, dan bersumpah tidak akan membangun sebuah hubungan?entahlah. Hemhh..sungguh bulan Desember tahun ini adalah bulan yang paling berkesan. Seseorang yang sering aku sebut senandung malaikat, karena aku merindukan sebuah kebaikan yang tulus, putih dan suci yang muncul dari seseorang yang aku harapkan mengubahku, seorang wanita yang harus diakui sebagai keindahan dalam kehidupan ini, apalah arti kehidupan jika kita tak mengenal seorang wanita..perangai yang lembut dan penuh perhatian, melengkapi dunia kita (pria) yang penuh dengan tantangan dan keanehan. Men is weird! Walau tidak secara umumnya. Akhir kata yang bisa aku ucapkan adalah “selamat menempuh hidup baru”, untuknya (seseorang itu) dan diriku..hahh..(*menghela sebuah kekecewaan)

Natal dalam sebuah pengakuan.. Minggu, Des 28 2008 

Malam 27 Desember‘08, pk.22.54 (6 jam setelah sampai di rumah,, kembali dari Bdg)..

 

Tergerak diriku untuk membuka laptop karena pikiran yang tak bisa ditenangkan. Tergerak pula akan hasrat menumpahkan pengalaman yang terjadi selama di bandung.

Aq g akan pernah nyangka bahwa aq akan melakukannya lagi, kesalahan, kebodohan, kebebalan dan ketololan di hari natal. Bersumpah, bahkan puasa tak mampu menahan hasrat itu, manusia macam apa aq ini.

Natal tahun ini, seperti “terompet”, nyaring bunyinya tapi kenyaringan itu tidak bertahan lama. Apa yg q rasakan setelah natal..hufhh..sangat membingungkan. Aq tahu seharusnya semangat natal itu tidak boleh hilang tapi apa daya, rupanya iblis enggan beranjak dari diriq.

Natal yang membawa kedamaian, kasih dan harapan (sekaligus ujian) seperti apa yang aq katakan dalam ucapan sms yang q forward untuk teman2. Kini hanya membawa sesal dalam diriku, terasa munafik dan tak pantas. Apa yang q dapat sesungguhnya dari natal tahun ini ya Tuhan??!. Setelah kejadian kecelakaan itu, seakan Engkau memberi peringatan untuk bertobat, namun hati dan pikiran ini seakan tak mau bersatu untuk  “menjatuhkan”ku ke HadapanMu Tuhan.Waraskah aq??!setelah kejadian itu, aq seakan penasaran, tertantang untuk mengetahui apalagi cobaan yang akan Kau berikan. Aq tidak ingin menjadi anak pembangkang ya Tuhan, cukuplah aq menjadi anak yang nakal tetapi tidak akan lupa untuk kembali ke jalanMu. Tapi satu hal yang harus q ucapkan adalah, terimakasih untuk memberiku kesempatan untuk hidup, yahh..aq dan keluargaku. Takkan cukup rasa terimakasihku kepadaMu untuk menebus segala dosa yang q perbuat hamper setiap jam. Natal, jika aq boleh merasakan (namun ini hanya permainan dalam pikiranku), aq ingin menjadi orang yang “berbeda” dengan kondisi yang sekarang, entah berbeda yang dimaksud adalah lebih baik atau lebih buruk. Selama ini, 1 hal yang q rindukan saat natal adalah kebersamaan, ditambah sedikit hidangan natal mugkin. Bingung, sesat, dan linglung begitulah perasaan yang berkecamuk dalam diriku, tidak tahu setelah natal ini apa yang akan terjadi (baca;kebahagiaan apa yang akan terjadi), pragmatis memang. Ahh.. mungkin 1 hal yang bisa dijadikan alasan kenapa natal kali ini tidak membawa persaan yang terdalam dari diriq adalah, khotbah dalam bahasa batak. Hemhh..mungkin saja, sebab yang q dengar sebagian (karena tidak mengerti bahasa batak secara utuh) adalah pesan dari pendeta kepada umatnya brisi himbauan dan kritik internal untuk kalangan tersendiri, kurang meluas lingkupnya. Hahh..skripsi, pacar..dan pemilu tentunya (sambil berguman, tak tahu apa yang ingin q katakan lagi), 3 hal yang menungguku di tahun 2009 nanti. Aq tak tahu, apakah aq cukup kuat untuk “menegakkan kepala”ku, tapi aq berpikir, aq mencoba untuk menulis 3 hal itu pada saat malam pergantian tahun saja, kalau sekarang..pikiranku belum sanggup terlalu jauh memikirkannya, masih saja trhanyut oleh perasaan menyesal karena tidak mendapat pesan natal yang terdalam.

Satu hal yang ingin q simpulkan Tuhan, aq mencoba berpikir positif setelah kejadian kecelakaan tersebut, namun tetap saja, pikiran negatif lebih banyak mendominasi otak ini.

Seandainya saja, jika nanti Engkau benar-benar memanggilku, atau dalam bahasa halusnya, aq tidak lagi berada di dunia ini. Ijinkan aq untuk berbuat 1 hal tulus sekecil apapun yang sekiranya berkenan di hadapanmu Tuhan, sekecil apapun namun aq ingin itu dilakukan tanpa aq sadari sedikitpun, agar aq merasa bahwa ada kebaikan dalam diriku yang selama ini tertutupi oleh keanehanku. Christmas it’s not about us, yess..aq setuju dengan pernyataan kak neta. It’s all about You, Jesus son of God. Aq berharap tulisan aneh ini, tulisan busuk ini adlah wujud betapa aq menganggapMu sebagai kawan, seseorang yang dekat, sangat dekat. Setiap detik yang q pikirkan (selain si wanita itu) pastilah Engkau ya Tuhan. Maaf jika selama ini aq terus bertanya kepadaMu, tanpa aq mendapat jawaban langsung dariMu, namun aq tahu..hidup yang q jalani sekarang adalah proses dari jawaban yang sedang Engkau berikan. Terima kasih dan Maaf adalah kata yang sering q katakan kepadaMu, seharusnya kita bertemu saja sebagai teman, kawan akrab. Haha..aneh,tentu saja tidak bisa, Engkau anak Allah yang Maha Tinggi.

Natal,..aq berharap masih bisa merayakannya, dalam keadaan dan situasi apapun. Kebersamaan, kehangatan.. tak perlu materi yang berlimpah, kesenangan berlebihan dan hal materialistis lainnya. Cukup dengan sebuah keluarga yg “aneh” dan siap menerimaku sebagai elemen terpenting dalam keluarga itu. Selamat Natal Tuhan..

 

 

                                                                                 

Hello world! Minggu, Des 28 2008 

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!