Kalau saja, aku dilahirkan menjadi seorang pemberani, lantang dan tegas. Mungkin aku tidak akan kehilangan seseorang itu. Seseorang yang aku kagumi di antara banyak wanita pada saat acara itu. Kini aku harus kehilangannya, seorang wanita yang aku kagumi itu. Patah hati, mungkin kata yang pas untuk menggambarkan hal ini. Ahh..tp aku sudah cukup sering mengalami patah hati, yang sebagian besar diantaranya terjadi karena ketidakberanianku. Berandai-andai jika waktu dapat terulang kembali dan kesempatan itu kembali untuk kedua kalinya. Entah saat ini apa yang harus ku lakukan, yang terasa sekarang adalah perasaan menyesal yang terdalam, bertanya dalam hati “kenapa aku terus terjebak dalam situasi ini??”..

Di saat aku ingin memunculkan kembali keberanian itu dengan segala konsekuensinya, ahh..terlalu sentimental ku rasa. Apa yang harus ku lakukan dengan perasaan ini, membunuhnya kah dan harus mengalami trauma berkepanjangan?.Terjebak lagi dalam situasi paranoid yang berlebihan, dan bersumpah tidak akan membangun sebuah hubungan?entahlah. Hemhh..sungguh bulan Desember tahun ini adalah bulan yang paling berkesan. Seseorang yang sering aku sebut senandung malaikat, karena aku merindukan sebuah kebaikan yang tulus, putih dan suci yang muncul dari seseorang yang aku harapkan mengubahku, seorang wanita yang harus diakui sebagai keindahan dalam kehidupan ini, apalah arti kehidupan jika kita tak mengenal seorang wanita..perangai yang lembut dan penuh perhatian, melengkapi dunia kita (pria) yang penuh dengan tantangan dan keanehan. Men is weird! Walau tidak secara umumnya. Akhir kata yang bisa aku ucapkan adalah “selamat menempuh hidup baru”, untuknya (seseorang itu) dan diriku..hahh..(*menghela sebuah kekecewaan)

Iklan