Dan rencana pun berlanjut.. Jumat, Jan 16 2009 

Yapp..ujian akhir semester telah berakhir dan perjuangan panjang pun akan menghampiri, satu perjuangan yang dinamakan “SKRIPSI”. Sebuah kata yang begitu disakralkan oleh para mahasiswa untuk mencapai suatu kelulusan. Tak ada`kata main-main lagi,karena bagiku, skripsi ini akan sangat berarti. Selain berarti untuk syarat kelulusan, rencana skripsiku ini akan membuktikan sebuah permasalahan yang diharapkan bermanfaat untuk ke depannya. Dengan teguhnya (sampai saat ini) aku masih mempertahankan judul dan tempat penelitian itu, banyak orang yang menganggap bahwa skripsiku ini terlalu tinggi atau mungkin terlalu ambisius, yahh..kita lihat saja nanti.

Aku berharap bahwa semuanya akan berjalan dengan lancar, asal aku mengandalkanNya, tidak ada yang mustahil. 2 hal yang telah disediakan adalah ” berserah dan kerja keras”. Aku tidak berharap bahwa aku akan di wisuda bulan mei kah ato agustus, tapi satu hal yang pasti, aku ingin menghasilkan sesuatu yang terbaik bagi orang tua dan diriku sendiri.  

 

“Singsingkan lengan bajumu kawan, karena perjalanan ini akan sangat berat, tengadahkan kepalaMu dan lipat tanganMu, berserah..Bergumanlah saat kau dilanda kejenuhan itu, dan berdoalah saat kau mengalami titik -keputus-asaan yang hampir tak bisa kau tanggung sendiri”. Skripsi, aku datang !

Iklan

Israel,Palestina dan secuil ketakutan Jumat, Jan 9 2009 

Kalau saja, mama loren (seorang peramal) yang tampil dalam talkshow “bukan 4 mata” tidak meramalkan akan sebuah kejadian yang akan semakin mengguncangkan di taun 2009 ini,aku tidak akan berpikiran macam2 dan berpikir untuk menulis hal ini. Gempa Manokwari dan “agresi” Israel vs Palestina yang terjadi menjelang pergantian akhr tahun,semakin menguatkan pikiran itu. HAri ini, siaran relay Al-jazeera yang ditayangkan tv One melaporkan korban yang tewas dalam di jalur gaza hampir mencapai 800 org..fiuhh..hampir tak percaya,agresi yang sudah dilakukan dalam 13 hari itu,sudah sampai sejauh itu memakan korban. Melihat selintas tayangan dengan gambar seorang ibu yang menangis sampai yg paling miris menurutku,seorang ayah yang terus menerus mencium wajah anaknya yang masih Bayi,tersirat betapa hancurnya perasaan sang ayah.

Agresi yang lebih ditangkap sebagai perang agama,bukan perang yang dilatarbelakangi politik oleh hampir masyarakat dunia.Membuat satu-persatu dampak yang makin meluas,dari uni eropa perlahan muncul gerakan anti Yahudi, kemudian di Indonesia, gereja Yahudi Sinagoge di Surabaya terancam ditutup oleh MUI dan ormas islam setempat,lagi-lagi (sebagian) masyarakat kita mengalami suatu pragmatisme dalam berpikir.Semoga saja hal ini tidak berlanjut ke dampak yg lebih besar, satu ketakutanku nantinya, ketika manusia lebih menghargai agama dan eksistensi kaumnya ketimbang sesamanya dalam konteks manusia (berakal budi dan berhati nurani)..

Gempa Manokwari yang luput akan perhatian pemerintah, semakin menambah ketakutan, bahwa rasa kepedulian akan bangsa sendiri akan semakin menghilang. Padahal beberapa tokoh yang sedang menjalani safari politik sedang “main” di sekitar daerah tersebut. Ironis..ketika mereka dengan kepercayaan diriya, membawa suatu janji pemerintahan yang peduli dengan rakyat namun yang terjadi malah berkebalikan.Ketakutan yang muncul adalah pelaku politik menjelang pemilu ini, semakin gencar untuk menebar selebaran dan kaus bukan menebar kasih dan kepedulian, rupanya politik yang menjadi credo mereka adalah “politik untuk kekuasaan” bukan “politik demi kemaslahatan”.Hahh..semoga ketakutan ini tidak menjadi kenyataan, di tengah meluapnya angan dan citaku untuk menjalani 2009 ini dengan sebuah optimisme.  Save Palestine !