Pagi ini aku mengutip beberapa hal dari renungan pagi yang ku baca, judulnya “bagaimana menjadi berkat” (di ambil dari kitab yunus 4:1-11).Di kisahkan dalam ayat itu tentang kekesalan Yunus dan apa yang dilakukan Allah untuk menghibur Yunus. Yunus yang kesal dalam menghadapi situasi di sekitarnya bertanya kepada Tuhan (dalam penerjemahan aku) “mengapa engkau mengampuni bangsa/kota niniwe?”. Yunus  bertanya seperti ini kepada Tuhan karena ia tahu keadaan seperti apa kota niniwe itu saat ia mengabarkan pengampunan dari Tuhan. Satu hal yang saya tarik adalah, terkadang Tuhan menempatkan kita (tentu saja sesuai jalan-Nya) dalam kondisi ataupun situasi yang tak menyenangkan. Kesulitan beradaptasi, bertemu dengan orang-orang yang cenderung menjatuhkan kita,dan masih banyak lagi.Sehingga tak jarang  kita bertanya, “mengapa harus di sini? di tempat dengan situasi seperti ini?”. Aku sendiri pernah bertanya demikian, setelah menjalani kuliah MBA ini, sempat tercetus penyesalan mengapa dulu aku memohon kepada-Mu untuk kuliah di sini. Dalam situasi ini aku berlaku seperti Yunus, kesal dengan segala keadaan yang tak sesuai harapan, tapi sebenarnya Tuhan lah yang berkehendak untuk sesuatu yang telah ditempatkan-Nya. Menyadari bahwa segala kasih dan penghiburan tidak akan pernah jauh dari setiap umat-Nya, agar satu hal yang nyata dapat terwujud, yaitu cerita bagaimana Tuhan membentuk kelemahan setiap anak-anakNya menjadi kekuatan tersendiri

Iklan