Pernahkah anda merasa sangat konservatif terhadap barang-barang, artinya anda akan menjaga barang itu walaupun bagi orang lain, barang tersebut sudah tidak berharga. Tentunya keanehan ini bisa membantu kita menebak tipe seperti apa orang ini koleris, melankolis, sanguinis atau plegmatis. saya termasuk salah satu di antaranya, banyak teman termasuk orang tua saya merasa heran mengapa saya mempertahankan benda yang kelihatanya ke-optimalannya sudah habis, ya kacamata yang diplester karena patah, sepatu yang mesti dijanit berulang kali dan yang baru2 ini handphone yang biaya servisnya terhitung besar untuk handphone yg bertahan selama 3 tahun. Akan tetapi saya mempunyai alasan untuk mempertahankan itu semua..yahh taruhlah kebanyakan orang yang membaca hal ini merasa lucu atau mungkin dalam hati mengumpat, “bego banget ini orang, barang rusak masih ditahan-tahan” atau yang mudah berprasangka akan berkata, “sudah pasti orang ini kikir, bawa mobil tapi kaca matanya plesteran”.

Awalnya sederhana, dari didikan orang tua. Semasa kecil, walaupun lahir dalam keluarga dengan ekonomi menengah ke atas saya tidak pernah merasa mudah untuk mendapatkan segala sesuatu, layaknya seorang anak pasti tidak lepas dari keinginan meminta ini dan itu. taruhlah ketika saya ingin meminta dibelikan kostum bola untuk pertama kalinya, saat itu saya kelas 1 SMP. Dan apa yang orang tua katakan adalah, “kamu harus giat belajar dalam beberapa hari ini, baru kami belikan”. Dalam beberapa hari kemudian saya mendapatkan simpati mereka  dengan belajar malam (yang sampai saat ini saya mengaku tidak pernah belajar/mengulang pelajaran setiap pulang sekolah) dan sebuah kostum Roberto Baggio-Inter Milan berhasil saya dapatkan. Metode stick and carrot yang orang tua saya terapkan ini terus berlanjut sambil terus ditanamkan bahwa saya harus menjaga setiap barang yang telah dibelikan karena dengan cara itu saya dinilai menghargai kerja keras orang tua.

Entah apakah untuk saat sekarang sifat saya yang dahulu orang tua tanamkan telah berubah menjadi sesuatu yang berlebihan atau cenderung dinilai orang kikir, yang jelas saya merasa bahwa saya menghargai setiap pemberian orang terkhusus dalam hal ini adalah orang tua saya. Dan bisa saja mereka akan tertawa geli sembari menggelengkan kepala seandainya mereka mengetahui apa alasan saya mempertahankan sebuah benda, yang jelas seorang idealis akan menjaga prinsip apa yang dinilainya berharga walaupun orang menilai telah usang