Apa yang menarik dari meneliti organisasi non-profit? tidak tuntas dalam pengumpulan data dan lebih mengetahui intrik politis mungkin adalah hal yang paling banyak ditemukan. Pikiran kita bisa dibuat ruwet ketika harus mengidentifikasi kekuatan, kelemahan, ancaman , peluang begitu juga dengan sumber dana yang menjadi nadi kehidupan mereka. Keadaan seperti itulah yang saat ini sedang saya hadapi. Bermodal rasa penasaran dan idealisme saya beranikan untuk membuat topik mengenai organisasi non profit, dalam hal ini adalah sebuah rumah sakit yang berada di Sukabumi. Belum genap berjalan 1 tahun, tetapi rumah sakit ini sudah melakukan banyak hal terhadap masyarakat sekitar, dan hal itu disediakan secara gratis alias cuma-cuma.

Berangkat dari sebuah misi bahwa setiap orang dalam hal ini warga negara Indonesia berhak untuk mendapatkan akses kesehatan yang layak dan setara, rumah sakit ini berdiri untuk mengakomodir hal tersebut. Intensitas profit seeking yang semakin sering dilakukan oleh rumah sakit kebanyakan, bahkan pada rumah sakit umum daerah, tidak memungkinkan bagi pasien yang berasal dari kelas ekonomi bawah untuk mendapatkan pelayanan rumah sakit dengan kualitas yang baik. Kita bisa dengan mudah mendapatkan berita-berita penolakan pasien miskin atau jamkesmas oleh rumah sakit yang terjadi di banyak daerah. Modusnya bisa bermacam-macam; dari tidak tersedianya fasilitas kelas 3 sehingga pasien mau tidak mau mengambil fasilitas kamar yang lebih mahal sampai ruwetnya proses pendaftaran pasien jamkesmas.

Rumah sakit non-profit ini image-nya tidak bisa lepas dari afiliasi suatu partai politik sebagai endorser di tingkat kebijakan dan pengumpulan dana, sehingga donasi yang diberikan tak sedikit yang berasal dari pejabat dan anggota legislatif. Intrik-intrik juga membayangi keberadaan rumah sakit ini,mulai dicap sebagai rumah sakit komunis karena mengusung tema “tanpa kelas” sampai berbau kristenisasi karena lambang yang digunakkan. Bagi saya, pendapat-pendapat seperti ini jelas pendapat orang-orang yang telah kehilangan rasa kemanusiaan dan kepekaannya.

Lalu bagaimana respon si pasien?nah saya baru akan mengajukan kuesionernya. Singkatnya, keberadaan rumah sakit ini  harus menjadi alert bagi pemerintah untuk memulai dengan serius proyek kesehatan gratis bagi masyarakat miskin dan tentunya dengan distribusi yang merata. Tentu pembangunan rumah sakit yang serupa di daerah akan sangat membantu hal tersebut. Semoga..(To be continued)

Iklan